Asuhan Keperawatan Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi Pada Ny.S Yang Mengalami Hospital Acquired Pneumonia ( HAP ) di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta
Hospital Acquired Pneumonia (HAP) merupakan salah satu infeksi nosokomial yang
terjadi ≥48 jam setelah pasien dirawat di rumah sakit dan bukan merupakan infeksi
inkubasi saat masuk. HAP meningkatkan angka morbiditas, mortalitas, dan durasi
rawat inap pasien serta membutuhkan penanganan intensif, terutama dalam pemenuhan
kebutuhan oksigenasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan
asuhan keperawatan dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi pada pasien dengan HAP
di RS Fatmawati. Metode yang digunakan adalah studi kasus asuhan keperawatan pada
Ny. S, usia 73 tahun, yang dirawat selama 18 hari dan didiagnosis dengan HAP.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan
studi dokumentasi. Hasil pengkajian menunjukkan adanya ketidakefektifan bersihan
jalan napas ditandai dengan batuk tidak efektif, sputum sulit dikeluarkan, dan bunyi
napas ronkhi. Diagnosis keperawatan utama adalah bersihan jalan napas tidak efektif
berhubungan dengan akumulasi sekret. Intervensi yang dilakukan meliputi manajemen
jalan napas, latihan batuk efektif, dan pemberian terapi oksigen. Evaluasi pada hari
ketiga menunjukkan perbaikan klinis seperti penurunan frekuensi napas, berkurangnya
bunyi ronkhi, dan kondisi umum pasien yang lebih stabil, meskipun masalah utama
belum sepenuhnya teratasi. Hasil ini menegaskan pentingnya peran perawat dalam
memenuhi kebutuhan oksigenasi melalui intervensi keperawatan yang tepat dan
berkelanjutan pada pasien dengan HAP.