<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2467">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan Keperawatan Pada Tn.T yang Mengalami  Appendisitis Paska Apendiktomi Di Ruang Kemuning Lantai 8 Gedung A RSUD Tarakan Jakarta]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Febriyanti Nurcahya Lestari</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Jakarta]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jakarta I]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[]]></form>
<extent><![CDATA[xi,53 hlm.;ilus.;29 cm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>1. Pada tahap pengkajianadataadiperolehhdari hasil wawancaraapasienadan 
keluarga, pemeriksaan fisik, informasi rekam medis dan informasi dari 
perawat ruangan. Data yang dikumpulkan sudah cukup lengkap walaupun 
masih ada beberapa data yang belum ada pada pemeriksaan penunjang. Data 
pre operasi yang sesuai dengan teori yaitu: klien mengeluh nyeri pada 
abdomen kanan bawah, rasanya seperti melilit/perih, dirasakan pada waktu 
tidak menentu, berlangsung selama ±2 menit, skala nyeri 3 dari 10, klien 
tampak meringis dan memegangi perutnya serta tidak mampu melakukan 
aktivitas secara mandiri, pemeriksaan penunjang: hasil USG Abdomen dan 
laboratorium serta klien mengatakan cemas karena akan menjalani tindakan 
operasi dan khawatir tindakan operasinya gagal, klien tampak gelisah dan 
tegang. Data paska operasi: klien mengatakan nyeri pada bagian daerah 
operasi saja, rasanya seperti panas/terbakar, dirasakan ketika sedang 
bergerak,sskalaanyeri 4 dari 10, klien tampak meringis dan memegangi 
perutnya, klienntidak mampu melakukan aktivitas secara mandiri, terdapat 
luka bekas apendiktomi diabdomen kanan bawah, luka operasi tertutup 
kassa dan plester 3 derm dengan panjang ±6 cm serta tidak terdapat 
perdarahan. Data yang tidak sesuai dengan teori yaitu saat dikaji klien tidak 
mengalami mual, muntah, demam, konstipasi, distensi kandung kemih dan 
keluhan sakit pinggang.

2. Diagnosis keperawatan, pada Tn.T terdapat 2 diagnosis keperawatan pre 
operasi dan 2 diagnosis keperawatan pasca operasi yang sesuai dengan teori 
dan keluhan klien. Adapun diagnosis pre operasi yaitu nyeri akut 
berhubungan dengan agen pencedera fisiologis dan ansietas berhubungan 
dengan kekhawatiran mengalami kegagalan, sedangkan diagnosis pasca 
operasi yaitu nyeri akutbberhubunganndengannagen pencederaffisik dan 
resikooinfeksi berhubunganndengan efekktindakan apendiktomi. Namun 
ada 2 diagnosis yang tidak diangkat oleh penulis yang sesuai dengan teori 
yaitu hipertermiamberhubunganndengan prosesppenyakit (Infeksi pada 
appendicitis) dan risikoohipovolemiaaberhubunganndengannkehilangan 
cairan secara aktif (muntah).

3. Perencanaan keperawatan pada Tn.T yang telah penulis susun sudah sesuai 
dengan teori dan dibuat berdasarkan kondisi serta kebutuhan prioritas klien. 
Perencanaan keperawatan pada diagnosis nyeri akut yaitu identifikasi skala 
nyeri, karakteristik nyeri, identifikasi respon nyeri non verbal, berikan 
teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri, monitor efek samping 
penggunanaan obat analgesic, kolaborasi dalam pemberian obat analgesic. 
Perencanaan keperawatan pada diagnosis ansietas yaitu identifikasi tingkat 
ansietas, pantau tanda-tanda ansietas, temani klien untuk mengurangi 
kecemasan, latih teknik tarik napas dalam untuk menurunkan kecemasan. 
Perencanaan keperawatan pada diagnosis resiko infeksi yaitu pantau tanda 
dan gejala infeksi didaerah luka operasi, jelaskan tandaddan gejalaainfeksi, 
ubah posisi setiap 2 jam, kolaborasiddalam pemberiannobat antibioticndan 
melakukan perawatan luka pada hari terakhir.

4. Implementasikkeperawatanndilaksanakannsesuaid dengan perencanaan 
yang telah dibuat sesuai masalah klien dengan berkolaborasi oleh perawat 
ruangan, dokter penanggung jawab pasien dan ahli gizi yang berada di 
rumah sakit tersebut. Selama proses pelaksanaan klien dan keluarga sangat 
kooperatif, selalu memberikan respon yang sangat baik kepada penulis saat 
dilakukan intervensi keperawatan serta sudah terjalinnya hubungan saling 
percaya antara perawat dengan klien. Namun terdapat beberapa 
perencanaan yang tidak dilaksanakan seperti mengajarkan teknik 
nonfarmakologis yang lain (hypnosis dan massage). 

5. Evaluasi keperawatan pada Tn.T dilakukan pada hari terakhir pre operasi 
yaitu tanggal 18 Oktober 2021 dengan hasil diagnosis keperawatannnyeri 
akutnberhubunganndengan agennpencedera fisiologis teratasi dan ansietas 
berhubunganndengan kekhawatiran mengalami kegagalan operasi teratasi. 
Evaluasi paska operasi tanggal 21 Oktober 2021 dengan hasil diagnosis 
keperawatan nyeriaakut berhubunganndengan agenppencederanfisik 
teratasi dan resikooinfeksiiberhubunganndengan efek tindakan apendiktomi 
teratasi.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Appendisitis Paska Apendiktomi]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Asuhan Keperawatan]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[KP.016 FEB a 2022]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[REPOSITORY Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta I]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[KP.016 FEB a 2022]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[2022.KP.016]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[KP.016 FEB a 2022]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1585" url="" path="/Bab 1_P17120019016_Febriyanti Nurcahya Lestari_Prodi DIII Jurusan Keperawatan.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[BAB 1]]></slims:digital_item>
<slims:digital_item id="1586" url="" path="/Bab 2_P17120019016_Febriyanti Nurcahya Lestari_Prodi DIII Jurusan Keperawatan.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[BAB 2]]></slims:digital_item>
<slims:digital_item id="1587" url="" path="/Bab 3_P17120019016_Febriyanti Nurcahya Lestari_Prodi DIII Jurusan Keperawatan.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[BAB 3]]></slims:digital_item>
<slims:digital_item id="1588" url="" path="/Bab 4_P17120019016_Febriyanti Nurcahya Lestari_Prodi DIII Jurusan Keperawatan.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[BAB 4]]></slims:digital_item>
<slims:digital_item id="1589" url="" path="/Bab 5_P17120019016_Febriyanti Nurcahya Lestari_Prodi DIII Jurusan Keperawatan.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[BAB 5]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_P17120019016_Febriyanti_Nurcahya_Lestari_Prodi_DIII_Jurusan_Keperawatan_page-0001.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2467]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-11-21 09:11:12]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-11-21 09:12:50]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>