<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2463">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan Keperawatan Ny.S Yang Mengalami Paraplegia Inferior di Gedung Gardenia Lantai 5 RSUD Tarakan Jakarta Pusat]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ellyza Filzah Zildahani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Jakarta]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jakarta I]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2022]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[]]></form>
<extent><![CDATA[x,45 hlm.;ilus.;29 cm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>1. Pengkajian keperawatan yang dilakukan dengan metode anamnesa, 
observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan diagnostik, rekam medik 
milik Ny.S ditemukan data berupa klien mengeluh sulit menggerakkan 
kedua kakinya, kaki klien terasa kebas, klien mengeluh nyeri pada 
punggungnya, klien mengeluh perutnya membesar dan terasa keras, 
klien mengeluh tidak bisa buang air kecil secara spontan, kaki klien 
terlihat lemah. Keadaan umum sedang, tingkat kesadaran compos 
mentis dengan GCS : 15 (E:4 M:6 V:5), berat badan klien 49 kg, 
tinggi badan 145 cm, IMT : 23,3kg/m, tekanan darah 104/70 mmHg, 
nadi 84x/menit irama teratur, pernapasan 20x/menit, dan suhu 36°C. 
Sakit pada tulang dan sendi, tidak ada fraktur, skala otot ekstremitas 
atas 5555, skala otot ekstremitas bawah 0000. Pemeriksaan penunjang 
yang dilakukan yaitu pemeriksaan laboratorium. Klien diberikan 
penatalaksanaan medis sesuai dengan indikasi penyakit paraplegia. 
Hasil pengkajian yang ditemukan pada Ny.S sudah sesuai dengan teori 
yang ada.

2. Diagnosis keperawatan pada Ny.S ditemukan adanya kesenjangan 
antara teori dengan kasus. Menurut Doengoes (2012) dan telah 
disesuaikan dengan SDKI (2016) diagnosis keperawatan yang 
ditemukan pada penderita paraplegia adalah kerusakan mobilitas fisik, 
resiko tehadap kerusakan integritas kulit, penurunan sensori, retensi 
urine, terputusnya jaras spinothalamikus, konstipasi, nyeri, 
immobilitas lama, cedera psikis, kurangnya pengetahuan. Berdasarkan 
hasil pengkajian, penulis hanya mengambil 3 diagnosis yang sesuai 
dengan teori yaitu gangguan mobilitas fisik, retensi urin, dan nyeri 
akut. Sedangkan 7 diagnosis lain pada teori penulis tidak angkat 
karena kurangnya data pendukung.

3. Perencanaan keperawatan yang disusun berdasarkan kebutuhan pada 
Ny.S yang mengalami Paraplegia Inferior Sebagian besar sesuai 
dengan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) PPNI (2018) 
dan disusun berdasarkan Tindakan yang dilakukan secara mandiri, 
kolaborasi, dan edukasi. Intervensi yang disusun berdasarkan 
diagnosis yang terdapat pada klien. Intervensi pada diagnosis nyeri 
akut yaitu identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, 
intensitas nyeri, identifikasi skala nyeri, identifikasi respons nyeri non 
verbal, identifikasi faktor yang memperberat dan memperingan nyeri, 
berikan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri. 
Intervensi pada diagnosis gangguan mobilitas fisik yaitu identifikasi 
gangguan fungsi tubuh yang mengakibatkan kelelahan, monitor 
kelelahan fisik dan emosional, monitor lokasi dan ketidaknyamanan 
selama melakukan aktifitas, lakukan latihan rentang gerak pasif/ aktif, 
berikan aktivitas distraksi yang menenangkan, anjurkan melakukan 
aktivitas secara bertahap, ajarkan strategi koping untuk mengurangi 
kelelahan, kolaborasi dengan ahli gizi tentang cara meningkatkan 
asupan makanan. Intervensi pada diagnosis retensi urin yaitu 
memasang kateter jelaskan tujuan dan prosedur pemasangan kateter 
urin. Dalam menentukan intervensi keperawatan tidak semua 
intervensi yang ada pada SIKI dimasukkan karena tidak semua 
intervensi dapat dilakukan, sehingga disesuaikan dengan kondisi 
klien.

4. Implementasi keperawatan yang dilakukan sudah sesuai dengan 
rencana keperawatan yang telah dibuat. Implementasi keperawatan 
dilakukan selama 3x24 jam, saat pelaksanaan dilakukan kolaborasi 
dengan perawat ruangan dan teman sejawat yang berbeda shift. 
Implementasi pada diagnosis gangguan mobilitas fisik yaitu 
melakukan latihan rentang gerak pasif/ aktif. Implementasi pada 
diagnosis retensi urin yaitu memeriksa kondisi pasien seperti 
kesadaran, tanda-tanda vital, daerah perineal, distensi kandung kemih, 
inkontinensia urin, refleks berkemih, menjelaskan tujuan dan prosedur 
pemasangan kateter. Dan implementasi pada diagnosis nyeri akut 
yaitu mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, 
intensitas nyeri, mengidentifikasi skala nyeri, memberikan teknik 
nonfarmakologis untuk mengurangi rasa nyeri.
 
5. Evaluasi keperawatan yang dilakukan penulis adalah evaluasi somatif 
dan formatif. Evaluasi terakhir dilakukan pada tanggal 22 Oktober 
2021. Masalah gangguan mobilitas fisik belum teratasi, masalah 
retensi urin teratasi, masalah nyeri akut teratasi sebagian. Ada 2 
diagnosis yang belum teratasi karena dari tujuan dan kriteria hasil 
yang telah disusun penulis belum tercapai semua, sehingga perlu 
dilakukan intervensi lebih lanjut.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Paraplegia Inferior]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Asuhan Keperawatan]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[KP.012 ELL a 2022]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[REPOSITORY Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta I]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[KP.012 ELL a 2022]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[2022.KP.012]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[KP.012 ELL a 2022]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="1564" url="" path="/BAB 1_P17120019012_Ellyza Filzah Zildahani_Prodi DIII Jurusan Keperawatan.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[BAB 1]]></slims:digital_item>
<slims:digital_item id="1565" url="" path="/BAB 2_P17120019012_Ellyza Filzah Zildahani_Prodi DIII Jurusan Keperawatan.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[BAB 2]]></slims:digital_item>
<slims:digital_item id="1566" url="" path="/BAB 3_P17120019012_Ellyza Filzah Zildahani_Prodi DIII Jurusan Keperawatan.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[BAB 3]]></slims:digital_item>
<slims:digital_item id="1567" url="" path="/BAB 4_P17120019012_Ellyza Filzah Zildahani_Prodi DIII Jurusan Keperawatan.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[BAB 4]]></slims:digital_item>
<slims:digital_item id="1568" url="" path="/BAB 5_P17120019012_Ellyza Filzah Zildahani_Prodi DIII Jurusan Keperawatan.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[BAB 5]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_P17120019012_Ellyza_Filzah_Zildahani_Prodi_DIII_Jurusan_Keperawatan_page-0001.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2463]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-11-18 15:14:59]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2022-11-18 15:16:12]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>