Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Pada Remaja Putri dengan Dismenore
Menurut World Health Organization (2018), lebih dari separuh wanita di setiap
negara mengalami dismenore dengan kejadian tertinggi pada remaja putri (20-
90%). Di Indonesia, prevalensi dismenore pada remaja adalah 43-93%. Dismenore
memiliki dampak buruk bagi remaja putri salah satunya sulit tidur. Relaksasi otot
progresif merupakan salah satu teknik non-farmakologis sederhana yang efektif
mengurangi gejala seperti kesulitan tidur dan nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif (ROP) dalam meningkatkan kualitas
tidur pada remaja putri yang mengalami dismenore. Metode yang digunakan adalah
kuasi eksperimen dengan desain pretest-postest with control group. Sampel
berjumlah 62 responden dengan masing-masing 31 responden pada dua kelompok.
Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Intervensi ROP
dilakukan selama 2 hari, dengan frekuensi 3 kali perhari. Kualitas tidur diukur
menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum dan setelah
intervensi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas
tidur setelah intervensi ROP pada hari pertama dan kedua menstruasi, dengan skor
PSQI hari pertama menurun dari 13,94 menjadi 8,55, dan hari kedua dari 8,55
menjadi 3,06 (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh relaksasi otot
progresif terhadap peningkatan kualitas tidur pada remaja dismenore. Peneliti
menyarankan penelitian selanjutnya untuk membandingkan dengan teknik non
farmakologis lainnya.