Pengaruh Edukasi Dengan Media Audiovisual Terhadap Tingkat Pengetahuan, Sikap, Dan Praktik Pencegahan Anemia Pada Remaja SMK
Anemia maupun kekurangan oksigenasi tubuh merupakan penurunan kadar
hemoglobin pada darah semakin berkurang dari normal atau situasi di mana massa
erittrosit yang tidak mencukupi (Brunner & Suddarth, 2016). Anemia juga dapat
menghambat pertumbuhan remaja putri, membuat tubuh lebih rentan terhadap
infeksi selama masa pertumbuhan, dan mengurangi kebugaran atau kesehatan tubuh
secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan adanya pengaruh
edukasi dengan audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, praktik
pencegahan anemia pada remaja SMK. Penelitian menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan teknik pengambilan sampel
purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Penelitian
dilakukan di SMK Era Pembangunan 3 dan SMKS 37 Jakarta. Hasil analisis
bivariat dalam penelitian ini dengan menggunakan uji chi square menunjukkan
bahwa terdapat pengaruh antara edukasi audiovisual dengan tingkat
pengetahuan,sikap,dan praktik pencegahan anemia dengan nilai p value=0,001.
Hubungan cofounding antara pengaruh edukasi media audiovisual dipengaruhi oleh
suku, status ekonomi, dan lingkungan (p value < 0,05). Remaja pada kelompok
intervensi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemberian edukasi
pencegahan anemia dengan audiovisual dibandingkan dengan remaja pada
kelompok kontrol setelah diberikan edukasi pencegahan anemia melalui leaflet.
Untuk peneliti selanjutnya diharapkan sebagai acuan dalam pertimbangan
pertambahan kurikulum dalam upaya meningkatkan pengetahuan, sikap, dan
praktik remaja terhadap pencegahan anemia, dan edukasi yang berkelanjutan
terkait pencegahan anemia, contohnya edukasi konsumsi gizi seimbang dan tinggi
zat besi serta bahaya anemia jika terjadi secara terus menerus.