REPOSITORY

Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta I

Asuhan Keperawatan Pada Ny. S yang Mengalami Infark Miokard Akut dengan Riwayat Ketoasidosis di Ruang ICCU RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta

Pengkajian keperawatan yang dilakukan pada Ny. S diperoleh melalui
anamnesa, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang yang ada
serta rekam medis pasien. Hasil pengkajian kepada Ny. S didapatkan adanya
kesesuaian dan kesinambungan dengan teori atau literatur yang ada, seperti
Ny. E memiliki beberapa faktor resiko yang dapat menimbulkan terjadinya
ACS seperti usia 62 tahun, menderita diabetes mellitus tipe 2 sejak 5 tahun
yang lalu dan pada hasil pemeriksaan laboratorium ditemukan kadar LDL
yang tinggi. Namun terdapat pula beberapa perbedaan atau kesenjangan
antara teori dengan keadaan pasien saat dilakukan anamnesis seperti klien
sudah tidak memiliki keluhan nyeri dada. Klien sudah tidak merasakan
keluhan nyeri dada dikarenakan klien sudah menjalani perawatan di rumah
sakit selama 4 hari dan mendapat penatalaksanaan medis selama itu.
Diagnosa keperawatan yang didapatkan oleh penulis berdasarkan hasil
pengkajian kepada Ny. S terdiri dari 3 diagnosa prioritas, yaitu
ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan hiperglikemia
(retensi insulin), resiko penurunan curah jantung berhubungan dengan
perubahan kontraktilitas, dan intoleransi aktivitas berhubungan dengan
ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen. Berdasarkan
diagnosa yang didapat ditemukan perbedaan dengan teori dari (Aspiani, 2014)
dimana kestabilan kadar glukosa darah tidak ada di teori tersebut.
Intervensi keperawatan telah disusun sesuai dengan SIKI (2018) dan telah
disesuaikan juga dengan kondisi dan kebutuhan klien. Tidak semua intervensi
yang ada di dalam teori dapat dilakukan kepada pasien. Intervensi untuk
diagnosa pertama yang paling efektif untuk dilakukan adalah pemantauan
glukosa darah harian dan berkolaborasi pemberian insulin. Intervensi pada
diagnosa kedua yang paling efektif dilakukan adalah memonitor hemodinamik rutin perjam, memonitor EKG harian dan memonitor intake
output cairan. Kolaborasi untuk merujuk pasien ke rehab medic cukup efektif
juga untuk membantu klien mulai melakukan latihan rehabilitasi jantung
selama perawatan agar terhindar dari efek imobilisasi jangka waktu yang
lama. Intervensi pada diagnosa ketiga yang efektif dilakukan adalah
berbarengan denga latihan rehabilitasi jantung fase I pada diagnosa kedua
yaitu melakukan rentang gerak aktif/pasif dan memfasilitasi duduk di sisi
tempat tidur. Intervensi yang tidak efektif dilakukan yaitu memonitoring
nilai-nilai laboratorium karena berdasarkan kebijakan rumah sakit ada
beberapa pemeriksaan yang hanya dilakukan sekali dan tidak rutin.
Implementasi keperawatan yang dilakukan kepada Ny. S telah disesuaikan
dengan rencana yang telah disusun dan kondisi pasien sesuai pedoman dari
SIKI (2018). Tersedianya sarana dan prasarana dari rumah sakit memudahkan
penulis untuk melakukan semua implementasi yang telah disusun pada
masing-masing diagnosis. Namun, ada beberapa implementasi yang tidak
dapat dilakukan karena keterbatasan fasilitas, maupun keadaan pasien.
Evaluasi keperawatan pada ketiga diagnosa keperawatan didapatkan hasil
dimana ketiga diagnosa tersebut yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah,
resiko penurunan curah jantung dan intoleransi aktivitas secara keseluruhan
belum teratasi berdasarkan tujuan dan kriteria hasil yang telah disusun
sehingga harus dilakukan intervensi lanjutan.
Ketersediaan
LOADING LIST...
Detail Information
Pembimbing / Promotor : Mumpuni
Pengarang : Asyifa Nur Arafah
NIM : P17120019050
Jurusan : Keperawatan
Edisi :
No. Panggil : KP.047 ASY a 2022
ISBN/ISSN :
Legalization : 2022-00-00
Subyek : Asuhan Keperawatan
Infark Miokard
Klasifikasi : KP.047 ASY a 2022
Jenis : Tugas Akhir Jurusan Keperawatan
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jakarta I : Jakarta.,
Deskripsi Fisik : x,53 hlm.;ilus.;29 cm
Lampiran Berkas :
LOADING LIST...