REPOSITORY

Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta I

Asuhan Keperawatan Pada By.Ny.W yang mengalami Hiperbilirubinemia di Ruang Seruni RSAB Harapan Kita Jakarta Barat

Hiperbilirubinemia atau ikterik neonatus merupakan peningkatan jumlah
bilirubin yang terakumulasi di darah dimana kadar bilirubin serum total >5
mg/dL (86 μmol/L) dan ditandai dengan jaundice yaitu pewarnaan kuning
yang terlihat di kulit, sklera mata, kuku dan mukosa akibat penumpukan
bilirubin tak terkonjugasi pada jaringan (Sembiring, 2019)
Hasil pengkajian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tidak ada
perbedaan yang signifikan secara keseluruhan antara teori
Hiperbilirubinemia dan hasil pengkajian yang dilakukan pada By.Ny.W
yang mengalami Hiperbilirubinemia.
Diagnosa yang ditemukan pada By.Ny.W yang mengalami
Hiperbilirubinemia terdiri dari 2 diagnosa utama dan 1 diagnosa risiko,
yaitu ikterik neonatus berhubungan dengan usia kurang dari 7 hari dan
penurunan berat badan abnormal, defisit nutrisi berhubungan dengan
kurangnya asupan makanan dan risiko termoregulasi tidak efektif ditandai
dengan suhu lingkungan ekstrem (fototerapi). Diagnosa ini dirumuskan
berdasarkan kondisi klien saat dilakukan pengkajian. Pada saat
merumuskan diagnosa tersebut terdapat kesenjangan antara kasus danteori, dimana terdapat diagnosa yang tidak diangkat yaitu risiko gangguan
integritas kulit ditandai dengan terapi radiasi : fototerapi (bluelight) karena
klien tidak menunjukkan tanda-tanda terjadinya gangguan integritas kulit.
Rencana keperawatan pada By.Ny.W disusun berdasarkan teori dan
konsep asuhan keperawatan yang ditemukan pada klien yang mengalami
Hiperbilirubinemia. Sesuai dengan diagnosa yang diangkat, tindakan
keperawatan yang dilakukan sudah dilaksanakan semua sesuai dengan
yang direncanakan.
Implementasi keperawatan yang telah dilakukan pada By.W juga sudah
sesuai dengan perencanaan yang dibuat. Selama melakukan implementasi
penulis melakukannya secara mandiri dan dibantu oleh perawat ruangan
sehingga seluruh rencana keperawatan yang telah disusun dapat
dilaksanakan dengan baik.
Berdasarkan hasil evaluasi keperawatan yang dilakukan pada tanggal 24
November 2021, diagnosa ikterik neontas berhubungan dengan usia
kurang dari 7 hari dan penurunan berat badan abnormal telah teratasi,
diagnosa defisit nutrisi berhubungan dengan kurangnya asupan makanan
dan risiko termoregulasi tidak efektif berhubungan dengan suhu
lingkungan ekstrem (Fototerapi) tidak mejadi aktual.
Ketersediaan
LOADING LIST...
Detail Information
Pembimbing / Promotor : Bara Miradwiyana
Pengarang : Vebrinna Nur Rizkvianty Putri
NIM : P17120019038
Jurusan : Keperawatan
Edisi :
No. Panggil : KP.035 VEB a 2022
ISBN/ISSN :
Legalization : 2022-00-00
Subyek : HIPERBILIRUBINEMIA
Asuhan Keperawatan
Klasifikasi : KP.035 VEB a 2022
Jenis : Tugas Akhir Jurusan Keperawatan
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jakarta I : Jakarta.,
Deskripsi Fisik : xi,38 hlm.;ilus.;29 cm
Lampiran Berkas :
LOADING LIST...